List Daftar bt.transp_disposition
1 – allows uTorrent to attempt outgoing TCP connections
2 – allows uTorrent to attempt outgoing uTP connections
4 – allows uTorrent to accept incoming TCP connections
8 – allows uTorrent to accept incoming uTP connections
16 – tells uTorrent to use the new uTP header. This is an improved communication header, but is not backwards compatible with clients that do not understand it.
Install Maven
- Setelah download maven dari sini, ekstrak ke lokasi yang Anda suka, misalnya
C:\Apache2.2\apache-maven-2.2.1 - Tambahkan parameter M2_HOME ke environment dan isi dengan lokasi hasil ekstraksi
- Tambahkan parameter M2 ke environment dan set ke M2_HOME/bin
- Tambahkan parameter M2 ke PATH
- Tambahkan parameter MAVEN_OPTS ke environment dan isi dengan
-Xms256m -Xmx512m - Buka cmd kemudian jalankan perintah
mvn -vuntuk memastikan Maven dapat berjalan dengan baik

updated {"2010":"03.13","02.27"}
HAVING
Cerita awalnya saya ingin merapikan koleksi ebook yang tercecer dan tanpa sadar terduplikasi di sana-sini. Solusi yang terpikirkan adalah menggunakan hash (dalam hal ini menggunakan MD5), yakni setiap file diambil nilai hash-nya kemudian dimasukkan ke tabel di database beserta PATH file tersebut. Untuk mencari file yang sama tinggal query nilai hash yang sama. Ketika saya coba query berikut ini:
SELECT *,count(*) jml FROM tbl_ebooks WHERE count(*)>1 GROUP BY hash;
Ternyata MySQL mengeluarkan pesan error alias tidak sesuai dengan kaidah MySQL. Setelah tanya sana-sini (googling), dapat juga triknya. Pakai keyword HAVING, sehingga query-nya menjadi:
SELECT *,count(*) jml FROM tbl_ebooks GROUP BY hash HAVING count(*)>1 ORDER BY jml desc;
Wahaha, ternyata terlupakan dialek SQL itu. Saatnya baca-baca kembali.
Ngeblok Situs Melalui File hosts
Dahulu kala, seorang teman bilang: “setelah google-analytics diblok, browsing jadi lebih cepat”. Pada awalnya saya tidak begitu concern dengan pernyataan ini, toh akses internet di kampus ‘sangat kenceng’ sehingga tidak signifikan terhadap perubahan kecepatan akses internet.
Ndilalah ketika saya coba di rumah, hasilnya sangat terasa. Browsing jadi lebih cepat. Bisa main FarmVille sama myBrute tanpa bosan menunggu. Maklum, masih fakir bandwidth.
Lho kok bisa? Apa hubungannya?
Ternyata, banyak situs yang kita akses itu ditanami google-analytics di dalamnya, sebuah kode javascript. Ketika kita akses situs tersebut, secara tidak sengaja si browser me-request ke google-analytics. Untuk mencegah request itu, kita bloklah google-analytics dan sebangsanya. Caranya? Ada beragam cara itu antara lain: lewat firewall, lewat squidguard, dengan cara memasukkan list di browser, atau memasukkan entry fake ke file hosts (daftar nama host beserta alamat IP).
Ok, point yang terakhir itu yang akan dibahas. Di manakah lokasi file hosts ini? Berikut ini adalah lokasi hosts itu:
Windows 7 = C:\WINDOWS\SYSTEM32\DRIVERS\ETC Windows Vista = C:\WINDOWS\SYSTEM32\DRIVERS\ETC Windows XP = C:\WINDOWS\SYSTEM32\DRIVERS\ETC Windows 2K = C:\WINNT\SYSTEM32\DRIVERS\ETC
Setelah lokasinya ditemukan, buka file tersebut menggunakan editor kesukaan Anda. Kemudian tambahkan baris berikut ini kemudian simpan. Jika ingin ngeblok alamat lain, tinggal tambahkan nama domain dan set IP-nya 127.0.0.1 (IP lokal komputer) ke file hosts tersebut.
127.0.0.1 www.google-analytics.com 127.0.0.1 ssl.google-analytics.com 127.0.0.1 wad.adbasket.net 127.0.0.1 a.analytics.yahoo.com 127.0.0.1 analytics.gameforge.de 127.0.0.1 analytics.live.com 127.0.0.1 analytics.msn.com 127.0.0.1 analytics.r.msn.com 127.0.0.1 analytics.spreadshirt.com 127.0.0.1 proc1.devanalytics.com 127.0.0.1 ad.ch.doubleclick.net 127.0.0.1 ad.directaclick.com 127.0.0.1 ad.doubleclick.net 127.0.0.1 ad.es.doubleclick.net 127.0.0.1 ad.fr.doubleclick.net 127.0.0.1 ad.n2434.doubleclick.net 127.0.0.1 ads.gmodules.com 127.0.0.1 ad.tr.doubleclick.net 127.0.0.1 ad.uk.doubleclick.net 127.0.0.1 ad.xtendmedia.com 127.0.0.1 ad.yieldmanager.com 127.0.0.1 googleads.g.doubleclick.net 127.0.0.1 n4061ad.fr.doubleclick.net 127.0.0.1 pagead2.googlesyndication.com 127.0.0.1 pubads.g.doubleclick.net 127.0.0.1 www.smartadserver.com
[]
List Table & Dump DB di PostgreSQL
Setelah lama tidak mainan PostgreSQL saya jadi terlupa beberapa perintah dasar it. Salah satunya menampilkan tabel.
\dt
Sedangkan untuk nge-dump database bisa pakai perintah di bawah. Pretty simple. Perintah ini akan nge-dump baik struktur maupun data.
$ pg_dump nama_database > out_file.sql
Uninstall paket di debian
# apt-get remove [nama-paket]
atau bisa juga dengan
# apt-get --purge [nama-paket]
Contoh:
# apt-get remove bind9
yang akan meng-uninstall dns server bind (ternyata komputer saya belum butuh
).
Menjalankan dan Mematikan XWindows
Untuk menghidupkan:
$ startx
atau
# /etc/init.d/gdm start
(Dengan catatan kalau pakai GNome)
Untuk mematikan:
# /etc/init.d/gdm stop
(Dengan catatan kalau pakai GNome)
atau (non Debian dan turunannya)
# init 3
kemudian restart
Problem in Accessing Staging Area
Ceritanya saya dulu pernah meng-install Oracle 9iR2. Setelah sekian lama tidak terpakai, plus ruang hard disk semakin menipis saya putuskan untuk meng-uninstall-nya. Sialnya hari-hari ini saya butuh lagi itu Oracle. Akhirnya install lagi, tapi dia malah ngadat dan mengeluarkan kata-kata tidak senonoh seperti di bawah ini:

Padahal baik direktori sumber maupun tujuan OK-OK saja (sama-sama ada). Permission-nya jg OK. Kira-kira kenapa sodara-sodara? Ternyata ORACLE_HOME and TNS_Names di registry-lah yang menjadi penghalang. Yo wis, saya bersihkan saja dan hasilnya si Oracle bisa di-install kembali. Yuhu!